Puisi “SEBUAH RASA”
_Alana Nona Sastra
Aku tidak pernah bilang aku menyukaimu,
Tapi namamu diam-diam tumbuh
Di sela-sela banyak kalimat yang kutulis.
Aku tidak pernah bilang aku menyukaimu,
Tapi setiap kali ada yang bertanya tentangmu,
Anehnya senyumku selalu lebih dulu menjawab.
Aku tidak pernah bilang aku menyukaimu,
Sebab sejak awal kita hanya dua orang
Yang dipertemukan oleh kebetulan sederhana.
Sebuah pertemanan yang datang tanpa janji,
Lalu menetap lebih lama dari yang kuduga.
Aku masih ingat caramu datang,
Tanpa berisik meminta ruang.
Tidak seperti hujan yang mengetuk jendela,
kamu lebih mirip senja,
Hadir pelan-pelan,
Lalu membuat langit dalam diriku berubah warna.
Aku tidak pernah bilang aku menyukaimu,
Tetapi aku mulai mengenal musim
Dari cara kamu muncul dan menghilang.
Kadang kamu sedekat tawa yang bisa kudengar,
Kadang sejauh nama yang hanya bisa kusebut dalam doa.
Dan mungkin,
Jatuh cinta memang sering sesederhana itu:
Bermula dari seseorang
Yang tidak pernah kita rencanakan untuk disukai,
Lalu suatu hari kita sadar,
Di antara banyak orang yang datang dan pergi,
Dialah satu-satunya nama
Yang selalu berhasil pulang
Ke dalam pikiran kita.
Aku tidak pernah bilang aku menyukaimu.
Tapi jika suatu saat
Semua tulisan ini terkumpul menjadi sebuah buku,
Barangkali kamu akan mengerti,
Bahwa ada satu bab yang tidak pernah menyebut namamu,
Namun seluruh halamannya
Diam-diam bercerita tentangmu.
ditulis pada malam yang riuh
Semarang, 7 Juni 2026



