Puisi “Rintik Hujan”
Langit melukis kelabu,
Membawa kabar yang syahdu.
Rintik pertama jatuh ke bumi,
Menyapa tanah yang rindu bersemi
Ketukan jemari di atas genting,
Mengalun merdu, beriring-iring.
Aroma tanah basah mulai menguar,
Menenangkan jiwa yang sempat gusar
Hujan bukan sekadar air yang turun,
Ia adalah cerita yang berduyun-duyun.
Tentang rindu, tentang kenangan lama,
Yang basah kembali di bawah atap yang sama
Biarlah gemerciknya terus menari,
Membasuh lelah di sepanjang hari.
Hingga nanti pelangi datang menjelma,
Membawa senyum setelah reda



