PGMI UIN Walisongo Online, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang secara resmi memulai rangkaian visitasi lapangan (site visit) dalam rangka akreditasi internasional oleh lembaga akreditasi asal Jerman, ACQUIN (The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance). Proses asesmen yang berlangsung intensif pada 13–14 Juli 2026 ini menjadi tonggak sejarah krusial, khususnya bagi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) atau Bachelor of Primary School Teacher Education (BPSTE), dalam memperkuat komitmen menuju pengakuan mutu akademik di kancah global.

Sebagai bagian dari Kluster 3 yang dievaluasi, Prodi PGMI UIN Walisongo Semarang menunjukkan performa dan akuntabilitas tata kelola pendidikan terbaiknya di hadapan para panel asesor internasional. Evaluasi komprehensif ini mencakup kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), kualitas luaran riset, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga tingkat keterserapan alumni di dunia kerja yang memenuhi standar European Standards and Guidelines (ESG).

“Visitasi lapangan dari ACQUIN ini bukan sekadar sebuah proses penilaian formal demi meraih predikat akreditasi semata, melainkan refleksi mendalam dan perwujudan konkret dari komitmen jangka panjang Prodi PGMI UIN Walisongo untuk terus menghadirkan tata kelola pendidikan dasar yang unggul, adaptif, dan berstandar internasional. Melalui momentum ini, kami ingin membuktikan bahwa kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dan kesatuan ilmu (Wahdatul Ulum) yang kami terapkan mampu melahirkan lulusan yang siap bersaing global dan diakui secara internasional.” Ungkap Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd., Ketua Prodi PGMI UIN Walisongo Semarang.

Sesi Wawancara Pemangku Kepentingan (Stakeholders)

Dalam proses asesmen lapangan ini, tim asesor ACQUIN melakukan peninjauan mendalam melalui serangkaian sesi wawancara terpisah untuk menggali testimoni riil pelaksanaan akademik dari berbagai perspektif. Berikut adalah daftar civitas akademika Prodi PGMI (BPSTE) yang terlibat langsung dalam sesi wawancara:

1. Sesi Alumni dan Mahasiswa (Alumni and Students Session)

Pada sesi ini, para alumni dan mahasiswa aktif memberikan pemaparan mengenai pengalaman akademik, relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta atmosfer akademik internasional yang dibangun di lingkungan program studi dengan dipandu oleh interpreter internal prodi:

• Mu’minatul Habibah (Alumni – BPSTE)

• Siti Yuni Artiana (Alumni – BPSTE)

• Avif Septyan Irka Cahya (Alumni – BPSTE)

• Shabrinaya Az Zahra (Student of BPSTE)

• Nadia Safwa Aqila (Student – BPSTE)

• Ni’matul Hamidah (Student – BPSTE)

• Firda Rahmatun Nuzula (Interpreter – BPSTE)

2. Sesi Dosen dan Pengelola Prodi (Lecturers Session)

Sesi berikutnya menitikberatkan pada aspek profesionalisme dosen, implementasi riset, strategi pembelajaran inovatif, serta peta jalan pengembangan mutu prodi berkelanjutan:

• Kristi Liani Purwanti (Lecturer – BPSTE)

• Azizatur Rahma (Lecturer – BPSTE)

• Dr. Citra Rizky Lestari (Lecturer – BPSTE)

• Dr. Hamdan Husein Batubara (Head – BPSTE)

• Nor Hadi (Secretary – BPSTE)

• Dr. Siti Tarwiyah (Interpreter – BPSTE)

Langkah Strategis Menuju Internasionalisasi

Proses akreditasi internasional ini menjadi langkah taktis UIN Walisongo dalam memperluas jejaring global, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan kualitas layanan pendidikan guru sekolah dasar sejajar dengan universitas top dunia. Keterlibatan aktif seluruh elemen—mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga alumni—menunjukkan kuatnya ekosistem penjaminan mutu internal terintegrasi yang berkelanjutan.

Dengan selesainya visitasi lapangan kluster ini, Prodi PGMI optimis hasil asesmen akan membuahkan rekognisi internasional penuh dari ACQUIN. Capaian ini diharapkan dapat memacu semangat seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara nyata dalam dunia pendidikan global berbasis kearifan lokal.