Puisi “Bercerita Lewat Aksara”
Aku menaruh cerita-ceritaku pada aksara,
Karena mulutku sering terlalu terburu-buru
dan bergetar saat mulai terbuka.
Mataku tak selalu mampu menjelaskan dalam diam.
Di antara huruf-huruf yang kutata pelan,
Aku belajar menyembunyikan yang patah
Tanpa benar-benar menghilangkannya.
Pada potongan-potongan bait puisi yang rumpang,
Aku selipkan rasaku pada aksara buana.
Ada kalanya aku tidak butuh didengar,
Hanya ingin dimengerti
Oleh kalimat yang tak menghakimi.
Aksara menjadi rumah paling tenang,
Paling nyaman,
Paling ramah,
Paling indah,
Paling sederhana,
Tempat aku pulang tanpa perlu mengetuk pintu siapa pun.
Kepada aksara, aku tidak pernah berbohong.
Aku hanya memilih cara lain
Untuk tetap hidup.



