Essai “Masa Depan yang Dicuri oleh Kebiasaan Menunda”

Karya : Asyifa Nadini Listy

Setiap orang pasti memiliki mimpi tentang masa depannya. Ada yang ingin menjadi
dokter, guru, ilmuwan, dan tokoh-tokoh yang membawa manfaat untuk banyak orang. Tetapi,
banyak yang tidak menyadari jika masa depan yang diimpikan itu tidak bisa di bangun hanya
dalam satu hari. Masa depan itu terbentuk dari Keputusan-keputusan kecil yang kita lakukan
setiap hari. Misalnya kebiasaan yang sering kali dianggap sepele tetapi berdampak terhadap
masa depan yaitu kebiasaan menunda. Menunda itu adalah Tindakan menggeser suatu
pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan saat ini sampai waktu yang di tentukan. Tetapi
banyak orang menganggap menunda itu sebagai hal yang biasa, misalnya seperti kalimat “nanti
saja”, “masih ada waktu lain hari”, ataupun “bisa dikerjakan besok”, sering kali dijadikan
alasan untuk menghindari tugas yang ada didepan mata. Padahal kebiasaan itu perlahan-lahan
bisa menghambat perkembangan diri dan mengurangi peluang yang sudah direncanakan.
Di era modern saat ini, kebiasaan menunda semakin sering terjadi. Ada banyak sekali
hiburan yang ada di genggaman tangan bisa diakses kapan pun lewat Hp.Seseorang bisa
menghabiskan waktu berjam-jam untuk mononton video, scroll tiktok, bermain gim, ataupum
menjelajahi media sosial sampai tidak sadar sudah membuang banyak waktu. Kegiatan tersebut
memang membuat kita senang sesaat, tapi sering membuat tugas yang lebih penting menjadi
tertunda. Akibatnya, tugas menjadi menumpuk. Kebiasaan menunda tidak hanya berdampak

pada hasil dari pekerjaan saja, tetapi juga pada kondisi mental seseorang. Saat tugas terus-
menerus ditunda, perasaan cemas mulai muncul. Seseorang mulai menyadari bahwa

pekerjaanya belum selesai padahal waktunya sudah semakin sedikit. Situasi seperti ini sangat
tidak menguntungkan. Karena semakin lama menunda pekerjaan, semakin besar juga beban
yang dirasakan. Akhirnya, pekerjaan di selesaikan dengan gterburu-buru dan hasilnya pun
menjadi tidak maksimal.
Tidak hanya itu, kebiasaan menunda juga bisa mencuri kesempatan yang sebenarnya
berharga. Peluang yang baik biasanya hanya datang sekali, dan tidak selalu bisa diulang lagi.
Misalnya siswa yang menunda belajar bisa kehilangan prestasi, orang yang menunda melatih
keterampilanya bisa tertinggal dengan yang lain, bahkan orang yang menunda cita-citanya bisa
kehilangan arah. Dengan begitu seseorang bukan hanya kehilangan waktu, tetapi juga
kemungkinan-kemungkinan baik yang seharusnya di dapatkan. Akan tetapi, kebiasaan dari
menunda bukan berarti tidak bisa diubah. Langkah pertama untuk mengatasinya adalah
menyadari bahwa waktu itu sangat berharga, Semua orang mempunyai waktu yang sama setiap
hari, tetapi dapat berbeda tergantung pada car akita dalam menggunakannya. Kesadaran seperti
ini sangat penting agar kitab isa lebih menghargai waktu dan kesempatan yang kita miliki.
Selain itu, kebiasaan untuk memperioritaskan hal yang lebih penting juga bisa
membantu mengurangi kebiasaan menunda. Misalnya pekerjaan yang besar pasti terasa berat
jika di kerjakan sekaligus, tapi jika di bagi menjadi berbagai bagian kecil pekerjaan pasti akan
terasa lebih ringan dan mudah untuk di selesaikan. Memulai dari langkah yang sederhana
kadang lebih efektif daripada menunggu motivasi yang sempurna. Disiplin juga sangat penting
dalam melawan kebiasaan menunda. Banyak orang yang menunggu semangat datang dulu baru
bekerja. Padahal, Tindakan sering datang sebelum motivasi. Saat seseorang mulai mengerjakan

sesuatu, rasa semangat dan percaya diri biasanya akan tumbuh dengan sendirinya. Oleh karena
itu perlu keberanian untuk memulai adalah kunci untuk melawat kebiasaan menunda.
Pada akhirnya masa depan tidak selalu hancur karena satu kesalahan besar, melainkan
kebiasaan kecil yang terus-menerus diulang tanpa sadar. Menunda beberapa menit mungkin
terlihat sepele, tetapi jika dilakukan setiap hari dampaknya akan sangat besar. Sebaliknya,
langkah kecil yang kita lakukan hari ini, bisa menjadi pondasi keberhasilan di masa depan.
Setiap hari adalah kesempatan baru kita untuk memilih ataupun mengambil Keputusan yang
lebih baik. Dari pada menunggu waktu yang dianggap tepat, lebih baik memulai dari sekarang
denga napa yang sudah ada. Masa depan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun
dengan Tindakan yang nyata. Karena itu, jika kita ingin memiliki masa depan yang cerah,
langkah yang paling penting adalah kita berhenti menunda dan mulai melakukan saat ini juga.