Resensi Film “Sejuta Sayang Untuknya”

Identitas Film
Judul Film: Sejuta Sayang Untuknya
Sutradara: Herwin Novianto
Penulis Naskah: Wiraputra Basri
Produser: Manoj Punjabi
Pemain: Deddy Mizwar (Aktor Utama / Aktor), Syifa Hadju (Gina), Umay Shahab (Wisnu),
Edbert Destiny (Doni), Rohana Kudus (Mama Wisnu)
Durasi: 97 Menit
Tahun Rilis: 2020
Genre: Drama, Keluarga, Komedi Hangat
Resentator:[Farida ainur rohman]

Orientasi dan Sinopsis
Orientasi:
Sejuta Sayang Untuknya merupakan film drama keluarga yang disutradarai oleh sutradara
pemenang Piala Citra, Herwin Novianto. Dirilis secara digital melalui platform streaming, film
ini langsung mencuri perhatian karena menyajikan potret realitas sosial yang jujur tanpa
dramatisasi yang berlebihan. Berbeda dengan drama air mata yang meledak-ledak, film ini
membawa kehangatan lewat hubungan bapak dan anak yang penuh tawa sekaligus haru.
Sinopsis:
Cerita berfokus pada kehidupan Aktor Utama (Deddy Mizwar), seorang figuran film senior
yang menghidupi anak perempuan semata wayangnya, Gina (Syifa Hadju), setelah istrinya
meninggal dunia. Sebagai aktor figuran, penghasilan Utama sangat tidak menentu. Sering kali
ia harus menerima peran-peran kecil yang konyol demi menyambung hidup.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Utama memiliki satu tekad bulat: Gina harus
mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan tumbuh tanpa merasa kekurangan kasih
sayang. Di sisi lain, Gina adalah anak yang cerdas dan sangat berbakti. Menjelang kelulusan
SMA, Gina dihadapkan pada dilema besar. Ia tahu sang ayah kesulitan membiayai try out,
ujian, hingga biaya kuliah. Konflik batin pun terjadi; Gina ingin bekerja demi meringankan
beban ayahnya, sementara Utama bersikeras melarangnya dan meminta Gina fokus belajar.
Perjuangan Utama yang tulus dan pengorbanan Gina untuk menjaga harga diri sang ayah
menjadi jantung emosional dari film ini.

Alur Cerita:

Film ini menggunakan alur maju yang sangat rapi dan mengalir secara alami. Herwin Novianto
tidak terburu-buru dalam membangun konflik besar; paruh awal film diisi dengan keseharian
Utama di lokasi syuting dan interaksinya yang manis dengan Gina di rumah kontrakan mereka.
Transisi menuju konflik utama ketika kebutuhan finansial untuk sekolah Gina mendesak terasa
sangat logis. Penyelesaian cerita (ending) disajikan dengan cara yang manis, realistis, dan tidak
memaksakan sebuah “keajaiban instan,” yang justru membuat ceritanya terasa sangat
manusiawi.
Akting Pemain:
Aktor senior Deddy Mizwar memberikan performa yang luar biasa dan sangat matang.
Karakter Utama yang jenaka namun menyimpan beban hidup yang berat berhasil ia bawakan
dengan sangat natural. Sementara itu, Syifa Hadju memberikan kejutan besar lewat aktingnya.
Ia mampu mengimbangi karisma Deddy Mizwar dengan sangat baik sebagai Gina seorang
remaja yang dewasa sebelum waktunya. Chemistry bapak-anak di antara keduanya terasa
sangat nyata dan menjadi kekuatan terbesar yang menggerakkan emosi penonton. Kehadiran
Umay Shahab sebagai Wisnu (teman dekat Gina) juga memberikan bumbu komedi remaja
yang segar dan menghibur.
Sinematografi:
Sinematografi film ini cenderung sederhana namun efektif. Pengambilan gambar banyak
mengeksplorasi kehangatan rumah kontrakan Utama yang sempit namun rapi, serta kontrasnya
kehidupan di lokasi syuting tempat Utama bekerja. Pencahayaan yang digunakan cenderung
natural dan hangat, mendukung atmosfer cerita yang intim dan tidak berjarak dengan penonton.
Musik dan Suara:
Penataan musik (scoring) dalam film ini bekerja dalam porsi yang pas. Musik tidak digunakan
secara berlebihan untuk “memaksa” penonton menangis, melainkan hadir sebagai pengiring
suasana. Lagu tema yang melankolis namun memiliki nada optimis berhasil mempertegas
pesan kasih sayang yang ada di dalam film.

Kelebihan:
Pesan yang Sangat Relate dan Menyentuh: Potret perjuangan orang tua demi pendidikan anak
digambarkan dengan sangat jujur dan relevan dengan banyak keluarga di Indonesia.
Keseimbangan Emosi yang Baik: Film ini berhasil memadukan momen haru dan humor dengan
porsi seimbang. Penonton bisa tertawa melihat tingkah konyol Utama di lokasi syuting, lalu
berkaca-kaca di adegan berikutnya melihat pengorbanannya.
Karakter yang Positif: Tidak ada karakter “jahat” atau antagonis yang klise di film ini. Konflik
murni lahir dari benturan realitas ekonomi dan kasih sayang.
Kekurangan:

Eksplorasi Karakter Pendukung yang Minim: Beberapa karakter pendukung, seperti teman-
teman sekolah Gina atau kru film, terasa hanya sebagai pelengkap dan kurang digali lebih

dalam.

Visual yang Terasa Seperti Sinetron Berkualitas Tinggi: Di beberapa bagian, dinamika visual
dan pergerakan kamera terasa agak flat, sedikit menyerupai produksi televisi (FTV) premium
daripada film layar lebar yang megah.

Kesimpulan:
Sejuta Sayang Untuknya adalah sebuah surat cinta sinematik untuk seluruh sosok ayah yang
sedang berjuang di luar sana. Film ini membuktikan bahwa sebuah cerita tidak perlu memiliki
konflik yang megah atau penuh air mata bombastis untuk bisa menyentuh hati. Kesederhanaan
cerita, kekuatan akting Deddy Mizwar dan Syifa Hadju, serta pesan moral yang kuat tentang
pendidikan dan keluarga membuat film ini menjadi salah satu drama keluarga terbaik di
masanya.
Rekomendasi:
Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga,
khususnya remaja dan orang tua. Bagi para anak, film ini akan membuka mata tentang seberapa
besar pengorbanan tersembunyi seorang ayah. Bagi para orang tua, film ini menjadi refleksi
hangat tentang arti mendidik dengan kasih sayang.