Pulang

Semesta,

Kau begitu fana

Dipenuhi mulut-mulut pendusta

Dan jiwa-jiwa yang kehilangan makna

 

Biarlah,

Biarlah aku sedikit lama menikmati kekacauannya

Memeluk pahitnya kehidupan

Menertawakan segala kepalsuan

Dan berdamai dengan segala kekecewaan

Biarkan aku menuntaskan segala ingin,

Sebelum akhirnya tiba waktuku pulang

 

Ketenangan,

Kau yang selalu ingin kugenggam

Yang selalu memberiku ruang

Tak menjanjikan keabadian

Namun, kau adalah rumah bagi jiwa yang lelah berjalan

 

Dekap aku,

Dekap aku dalam teduhmu

Biarkan tanah menyambut pijakku

Hembusan angin menyentuh ragaku

Dan gemercik air membasuh segala resahku

 

Biarkan aku pulang,

Terima kasih, wahai semesta dan alam

Telah menjadi teduh di tengah riuh

Sebab manusia tak lagi mampu menenangkan

Hanya hembusan angin di atas awan

Dan gemercik air laut yang menghadirkan ketenangan

Izinkanku menepi sejenak,

Sebelum kembali menghadapi kehidupan