PGMI UIN Walisongo Online, Surabaya – Sebagai langkah nyata implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang Tridarma Perguruan Tinggi, Kepala Laboratorium Pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, Nor Hadi, M.Pd.I., melakukan kunjungan kerja dan sharing pengelolaan di Laboratorium Microteaching FTIK UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Senin (2/2/2026).

Kunjungan ini dilaksanakan di sela-sela rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGMI UIN Walisongo Semarang 2026. Nor Hadi, yang juga merupakan dosen Program Studi PGMI, memfokuskan observasi pada tata kelola laboratorium dan integrasi teknologi mutakhir dalam praktik mengajar.

Dalam kunjungannya, Nor Hadi mengapresiasi sistem manajerial Laboratorium Microteaching UINSA yang dinilai sangat efektif. Laboratorium ini dikepalai oleh tenaga kependidikan (tendik) khusus dan dalam operasional harian melibatkan mahasiswa sebagai operator.

“Salah satu poin menarik adalah pelibatan mahasiswa sebagai operator laboratorium. Ini tidak hanya membantu teknis pelaksanaan praktik, tetapi juga memberikan pengalaman manajerial bagi mahasiswa itu sendiri,” ungkap Nor Hadi.

Dari sisi infrastruktur, laboratorium di UINSA telah dilengkapi dengan perangkat digital yang modern. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan kamera spesifikasi terbaru yang memiliki fitur deteksi gerak otomatis (motion detection). Teknologi ini memungkinkan kamera mengikuti pergerakan mahasiswa yang sedang praktik mengajar tanpa perlu dilakukan perpindahan sudut (switch) secara manual, sehingga rekaman simulasi mengajar menjadi lebih dinamis dan profesional. Meskipun demikian, kamera motion detection ini memiliki kekurangan tidak dapat menangkap beberapa pergerakan pada saat bersamaan.

Hal lain yang menjadi catatan penting dalam kunjungan ini adalah pembagian ruang laboratorium yang sangat spesifik. FTIK UINSA memiliki tiga ruang microteaching yang dibedakan berdasarkan kebutuhan akademis masing-masing program studi.

Seperti laboratorium untuk prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) digabungkan dengan prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Hal ini didasarkan pada kesamaan karakteristik kebutuhan alat peraga serta penciptaan suasana kelas yang ceria dan interaktif, sesuai dengan psikologi siswa usia dasar dan dini.

“Kami melihat adanya sinkronisasi yang sangat baik antara kebutuhan akademis prodi dengan fasilitas yang disediakan. Inspirasi mengenai penggabungan lab micro PIAUD dan PGMI ini sangat relevan untuk kami pertimbangkan dalam pengembangan laboratorium di UIN Walisongo Semarang ke depan,” tambah Nor Hadi.

Kegiatan sharing pengelolaan laboratorium ini merupakan bagian dari komitmen UIN Walisongo Semarang untuk terus meningkatkan mutu sarana prasarana pendidikan. Komitmen Lab. Pendidikan FTIK UIN Walisongo Semarang dalam menyediakan fasilitas laboratorium yang representatif dan modern merupakan upaya untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan kompeten.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami dunia pendidikan dengan dukungan fasilitas microteaching terbaik, UIN Walisongo Semarang kini tengah membuka pendaftaran jalur SNBP dan SPAN-PTKIN. Informasi selengkapnya mengenai pilihan prodi di FTIK dapat diakses melalui laman pmb.walisongo.ac.id atau Instagram resmi @uinwalisongosemarang.